logo sps

Promosi Doktor S3 Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Senin, 22 April 2013, Rektor USU, Prof. Dr. dr Syahril Pasaribu, DTM&H, MSc. CTM, SpA(K) memimpin ujian terbuka (pomosi doktor) mahasiswa S3 PSL Sekolah Pascasarjana, a.n Khadijah El Ramija dengan judul disertasi: “Model optimum budidaya padi intensif dengan pertimbangan gas metan pada sawah irigasi teknis”. Sidang yang juga dihadiri oleh para komisi promotor, penguji dalam dan penguji luar komisi serta Direktur Sekolah Pascasarjana dan Ketua Program Studi S3 PSL menetapkan Khadijah El Ramija lulus dengan predikat dengan kepujian. Saudara Khadijah El Ramija yang dipromori oleh Prof. Ir. Zulkifli Nasution, MSc., PhD dengan ko-promotor Prof. Dr. Muhammad Zarlis, MSc., dan Prof. Dr. Retnowidhiastuti, MSi, merumuskan hasil penelitian disertasinya dengan kesimpulan berikut:

  1. Peningkatan intensitas pertanaman padi tidak menurunkan kualitas tanah, kualitas air dan bahkan dapat menurunkan emisi gas metan hingga 66,05% apabila diterapkannya sistem PTT/ICM, khususnya sistem pengairan intermittent dan pemberian pupuk sesuai dengan rekomendasi hasil analisis laboratorium dengan dosis 100% ditambah probiotik.
  2. Budidaya padi intensif dengan peningkatan intensitas pertanaman sampai empat musim tanam dalam satu tahun dengan pendekatan PTT dapat meningkatkan produksi dan produktivitas padi sampai 30% dan meningkatkan pendapatan petani secara nyata.
  3. Model Optimum budidaya padi intensif yaitu menanam padi empat kali dalam satu tahun dengan pola tanam padi-padi-padi-padi menggunakansistem PTT khususnya dengan sistem pengairan intermittent dan pemberian pupuk sesuai kebutuhan hara tanaman (rekomendasi hasil analisis laboratorium dengan dosis 100% ditambah probiotik). Nilai metan dengan penerapan model optimum dapat diturunkan secara signifikan dari 218.826.889,43 kg CH4 dapat menjadi 397.181,03 kg CH4 pada tahun 2030.
  4. Nilai indeks keberlanjutan model optimum budidaya padi intensif, berkisar antara 42,84-66,54 (masuk ke dalam kategori cukup).
  5. Kebijakan-kebijakan yang perlu dikembangkan meliputi beberapa bidang yaitu: 1). Kesesuaian lahan untuk optimalisasi budidadaya padi intensif ; 2). Adanya bantuan modal kepada para petani ; 3) Sosial yang berkaitan dengan jumlah petani pengikut pelatihan untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan; 4). Ketersediaan Benih varietas unggul baru berumur genjah; 5). Keterlibatan penyuluh secara aktif.