• Selamat Datang Team Assesor BAN-PT Program Magister Perencanaan Wilayah dan Pedesaan
    Selamat Datang Team Assesor BAN-PT Program Magister Perencanaan Wilayah dan Pedesaan
  • Team Assesor BAN-PT Program Magister Manajemen Properti dan Penilaian
    Team Assesor BAN-PT Program Magister Manajemen Properti dan Penilaian
  • Musrenbang Sekolah Pascasarjana USU tahun 2019
    Musrenbang Sekolah Pascasarjana USU tahun 2019
  • Senam Pagi Pegawai SPs USU
    Senam Pagi Pegawai SPs USU
  • Direktur SPs-USU Membuka Koper Soal Ujian TPA-BAPPENAS
    Direktur SPs-USU Membuka Koper Soal Ujian TPA-BAPPENAS
  • SELAMAT KEPADA PROGRAM STUDI MMPP MENDAPAT AKREDITASI
    SELAMAT KEPADA PROGRAM STUDI MMPP MENDAPAT AKREDITASI "A"
  • Sosialisasi Peraturan Akademik (PA)
    Sosialisasi Peraturan Akademik (PA)
  • Kuliah Umum Program Magister dan Doktor Semester Ganjil T.A 2019/2020 Auditorium USU
    Kuliah Umum Program Magister dan Doktor Semester Ganjil T.A 2019/2020 Auditorium USU
  • Workshop/Revisi Penyusunan RPS dan SAP
    Workshop/Revisi Penyusunan RPS dan SAP

Sekolah Pascasarjana Megadakan Sosialisasi Peraturan akademik di AULA Lantai 3 Gedung Sekolah Pascasarjana USU. Pembicara dalam sosialisasi ini yaitu Prof. Dr. Dwi Suryanto, M.Sc, acara dimulai pukul 09.00 WIB. Acara Sosialisasi ini dibuka langsung oleh Direktur Sekolah Pascasarjana USU. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada mahasiswa agar mahasiswa paham bagaimana proses dan peraturan dalam masa pendidikan baik Sarjana, Magister ataupun Doktor.

IMG 5575

FOTO : Foto bersama peserta sosialisasi PA

Peraturan Akademik ini mencakup kurikulum, satuan SKS, PKA, Penelitian dan lain-lain. Mahasiswa yang sedang melaksanakan pendidikan dapat melihat peraturan akademik sebelum membuat keputusan ataupun ujian-ujian yang mendukung pendidikannya. sehingga mahasiswa tidak merasa rugi ataupun salah dalam aturan pendidikan. Beliau juga menjelaskan tentang beasiswa PMDSU (Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul) harus lulus tepat waktu. Lulusan magister harus mempunyai 2 jurnal nasonal.

Sekolah Pascasarjana mengadakan acara Workshop Implementasi KKNI Level 8 di AULA Lantai 3 Sekolah Pascasarjana USU pada tanggal 20 September 2019. Narasumber yang diundang sebagai narasumber yaitu ibu Reni Asmara Ariga, S.Kp. MARS (Ketua UPP) dan juga Prof. Dr. Robert Sibarani, MS (Direktur Sekolah Pascasarjana USU).

IMG 20190920 092250

Foto : Narasumber (ibu Reni Asmara Ariga, S.Kp. MARS) Workshop Impementasi KKNI Level 8 berfoto bersama dengan peserta

Peserta dalam acara ini yaitu mahasiswa Magister dan Doktor Sekolah Pascasarjana. Ibu Reni mengatakan bahwa setiap mata kuliah yang diberikan oleh dosen mempunyai susunan judul setiap kali melaksanakan perkuliahan yang sersusun dalam RPS (Rencana Pembelajaran Semester) dan SAP (Satuan Acara Perkuliahan) sehingga setiap dosen tidak memiliki judul dan pembahasan yang sama dalam melaksanakan perkuliah di setiap pertemuannya.

Maka dari itu mahasiswa tidak merasa bahwa setiap perkuliahan dengan mata kuliah yang berbeda tetapi isi pembahasannya sama. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di setiap mata kuliah yang diajarkan.

Sekolah Pascasarjana mengadakan Workshop/Revisi Penyusunan RPS (Rencana Pembelajaran Semester) dan SAP (Satuan Acara Perkuliahan) yang diadakan di AULA Lantai III Sekolah Pascasarjana. Kata sambutan mewakili direktur Sekolah Pascasarjana yaitu Wakil Direktur I Prof. Dr. Dwi Suryanto, M.Sc.

IMG 20190903 092927

Foto : Foto Bersama dengan Narasumber Workshop RPS dan SAP

Dalam penyusunan RPS dan SAP ini sekolah pascasarjana mengundang Reni Asmara Ariga, S. Kp, Mars (Ketua UPP USU). Beliau menerangkan bagaimana pentingnya dosen menyusun RPS dan SAPnya agan bahan ajar dari setiap dosen di Universitas Sumatera Utara tidak tumpang tindih yang mana dimaksud judul mata kuliah yang berbeda namun isi dari bahan yang diajar sama. Sehingga dengan dibuatnya Workshop ini agar dosen-dosen mengumpulkan RPS dan SAPnya dengan format yang telah dibuat. Hal ini bertujuan juga untuk meningkatkan mutu pendidikan Universitas Sumatera Utara.

Sekolah Pasacasarjana mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Akreditasi BAN-PT dengan 9 Kriteria pada tanggal 17 September 2019 di Gedung Sekolah Pascasarjana USU . Pembukaan acara oleh Prof. Dr. Dwi Suryanto, M.Sc (Wakil Direktur I)  dan sekolah pascasarjana mengundang narasumber yaitu Dr. Jonner Hasugian, M. Si (Kepala Perpustakaan USU) dimana beliau menerangkan  BAN-PT Instrumen Akreditasi Program Studi IAPS 4.0 menggunakan 9 Kriteria sebagai berikut:

  1. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran
  2. Tata Pamong, Tata Kelola dan Kerjasama
  3. Mahasiswa
  4. Sumber Daya Manusia
  5. Keuangan, Sarana, dan Prasarana
  6. Pendidikan
  7. Penelitian
  8. Pengabdian kepada Masyarakat
  9. Luaran dan Capaian Tridharma

IMG 20190917 092649

Foto : Narasumber FGD Akreditasi BAN PT dengan 9 Kriteria (tengah)

Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) harus disusun berdasarkan:

  1. jenis pendidikan, yaitu vokasi, akademik, profesi;
  2. program pendidikan, yaitu program diploma, sarjana, sarjana terapan,
    magister, magister terapan, profesi, spesialis, doktor, dan doktor terapan;
  3. modus pembelajaran, yaitu tatap muka dan jarak jauh; dan
  4. hal-hal khusus.

IAPS 4.0 berorientasi pada output dan outcome. Pengukuran mutu lebih dititikberatkan pada aspek proses, output dan outcome, sementara instrumen sebelumnya lebih banyak mengukur aspek input.IAPS 4.0 terdiri dari Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Akademik (LKA).

  • Laporan Evaluasi Diri yang menggambarkan status dan analisis capaian masing-masing kriteria. Unit pengelola program studi diharapkan mampu menemukenali kekuatan yang dimiliki serta aspek yang perlu mendapat perbaikan di program studi yang diusulkan akreditasinya.
  • Laporan Kinerja Akademik (LKA) yang memuat data capaian indikator kinerja program studi, yang secara bertahap akan diintegrasikan dengan PD-Dikti.

Hasil akreditasi dengan IAPS 4.0 akan dinyatakan dalam bentuk status akreditasi dan peringkat terakreditasi sebagai berikut:

  1. Status akreditasi : Terakreditasi atau Tidak Terakreditasi
  2. Peringkat Terakreditasi : Baik, Baik Sekali, Unggul

beliau mengatakan juga bahwa paling cepat pengerjaan 9 kriteria ini dikerjakan 6 bulan sebelum visitasi team asessor datang ke setiap program studi yang akan akreditasi.

 

 

Sekolah Pascasarjana mengadakan kuliah umum untuk mahasiswa baru T.A 2019/2020 Ganjil di Auditorium USU. Kata sambutan acara dibuka oleh Direktur Sekolah Pascasarjana (Prof. Dr. Robert Sibarani, MS) kemudian dilanjutkan kata sambutan mewakili Rektor Universitas Sumatera Utara yaitu Wakil Rektor II  Prof. Dr. dr. Muhammad Fidel Ganis Siregar, M.Ked.(O.G.), Sp.O.G.(K.),

IMG 20190828 114728

Foto : Berfoto Bersama Kuliah Umum Mahasiswa Baru T. A 2019/2020 Semester Ganjil

Selanjutnya pemaparan dari narasumber Prof. Dr. Ir. Anis Tatik Maryani, M.P dengan tema Pembangunan Berbasis Lingkungan, beliau mengatakan Peningkatan populasi dunia telah mengakibatkan meningkatnya permintaan sumber daya alam (SDA), sehingga timbul tekanan yang luar biasa pada keanekaragaman hayati dan berdampak pada kesehatan, kesejahteraan, dan keamanan masa depan penduduk bumi.

Pembangunan Berbasis Lingkungan :
• Konsep pembangunan yang berkelanjutan atau sustainable development menitikberatkan pada hubungan antara pengembangan atau pembangunan dan permasalahan lingkungan dalam pembangunan tersebut dan mengarahkan adanya perubahan secara politik dan ekonomi secara lokal, nasional dan global untuk meredam permasalahan tersebut (Smitt & Warr,1991).
• Dalam The United Nations World Commision on Environment and Development yang diketuai oleh Gro Harlem Brundtland yang juga perdana menteri Norwegia mempublikasikan suatu laporan yang berjudul Our Common Future. Brundtland mendefinisikan pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang mempertemukan kebutuhan di masa sekarang dan keberlanjutannya untuk generasi mendatang.
• Otto Soemarwoto, 2003 menyatakan pembangunan berkelanjutan adalah menjaga kemampuan lingkungan untuk mendukung pembangunan merupakan usaha untuk mencapai pembangunan jangka panjang yang mencakup jangka waktu antar generasi.
 
Bagaimana hubungannya pembangunan berbasis lingkungan dengan revolusi industri 4.0 :
• Revolusi Industri Pertama ditandai dengan mekanisasi produksi menggunakan tenaga air dan uap.
• Lalu, produksi massal menjadi sebuah kemungkinan yang terbuka berkat adanya tenaga listrik pada Revolusi Industri
• Sektor industri kemudian bisa mewujudkan otomatisasi produksi pada Revolusi Industri Ketiga karena dukungan industri elektronik dan teknologi informasi. Semua perubahan itu mendorong manusia beradaptasi, karena pada akhirnya akan mengubah perilaku, cara bekerja hingga tuntutan keterampilan.
Era Industri 4.0 akan terus menghadirkan banyak perubahan yang tak bisa dibendung. Karena itu, ada urgensinya jika negara perlu berupaya maksimal dan lebih gencar memberi pemahaman kepada semua elemen masyarakat tentang hakikat era Industri 4.0 dengan segala konsekuensi logisnya.
 
 

Page 1 of 5