Humbang Hasundutan — Upaya membangun desa mandiri dan berkelanjutan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas negara. Hal ini terlihat dalam kegiatan International Community Development Program of Equity Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Desa Habeahan, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan.
Forum diskusi ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah, akademisi, mitra internasional, serta masyarakat desa untuk menyatukan gagasan dalam memperkuat kelembagaan desa sekaligus mendorong pembangunan ekonomi berbasis lingkungan.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Bupati Humbang Hasundutan melalui Staf Ahli Bupati, Parman L. Gaol, bersama unsur perangkat daerah, Camat Lintong Nihuta Ronald Nababan, Kepala Desa Habeahan Rusman Sihombing, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.
Pelaksanaan FGD dipimpin oleh Tim Pengabdian Universitas Sumatera Utara di bawah koordinasi Prof. Rahmawaty, S.Hut., M.Si., Ph.D., bersama tim akademisi lainnya. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dan alumni sebagai bagian dari implementasi pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi.
Nuansa internasional semakin terasa dengan kehadiran akademisi dari Universiti Putra Malaysia dan Universiti Teknologi MARA. Kehadiran mitra global ini memberikan perspektif baru dalam pengembangan desa berbasis keberlanjutan lingkungan dan penguatan kapasitas kelembagaan.
Dalam diskusi, masyarakat secara aktif menyampaikan berbagai persoalan dan potensi desa. Revitalisasi embung menjadi salah satu fokus utama, tidak hanya sebagai sumber air dan budidaya ikan, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi kawasan wisata yang mendukung aktivitas sosial masyarakat.
Di sektor pertanian, warga menyoroti tingginya biaya pupuk kimia dan mendorong pengembangan pupuk organik berbasis limbah desa. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas komoditas unggulan seperti jeruk madu dan cabai, sehingga memiliki daya saing lebih tinggi di pasar.
Selain itu, pengembangan pakan mandiri berbasis jagung melalui teknologi mesin pelet juga menjadi salah satu solusi yang diusulkan. Langkah ini dinilai dapat memperkuat sektor perikanan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui koperasi desa. Tidak hanya aspek ekonomi, dimensi sosial dan spiritual turut menjadi perhatian. Tokoh agama menekankan pentingnya kesadaran ekologis sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui FGD ini, Desa Habeahan menunjukkan arah pembangunan yang jelas, yakni berbasis kolaborasi, inovasi lokal, dan keberlanjutan. Sinergi antara masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dan mitra internasional diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan desa yang tangguh dan produktif. Semangat membangun dari desa pun kembali ditegaskan sebagai langkah nyata menuju pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.