home icon
search icon
menu icon

> Berita > Memperkuat Ketahanan Ekosistem melalui Kolaborasi Riset Global pada ICNRSD ke-4 Tahun 2026

Memperkuat Ketahanan Ekosistem melalui Kolaborasi Riset Global pada ICNRSD ke-4 Tahun 2026

Dipublikasi Pada

06 Februari 2026

Dipublikasi Oleh

Threesna Sharfina

Memperkuat Ketahanan Ekosistem melalui Kolaborasi Riset Global pada ICNRSD ke-4 Tahun 2026
Thumbnail Memperkuat Ketahanan Ekosistem melalui Kolaborasi Riset Global pada ICNRSD ke-4 Tahun 2026
Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara berhasil menyelenggarakan The 4th International Conference on Natural Resources and Sustainable Development (ICNRSD) 2026 di Grandhika Hotel Medan, yang mempertemukan peserta dari 15 negara untuk membahas pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan dan ketahanan ekosistem. Konferensi ini menghadirkan pembicara kunci internasional, diskusi panel, serta 12 sesi riset paralel yang membahas degradasi lingkungan, perubahan iklim, dan keberlanjutan sosial-ekonomi. Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi global dan riset lintas disiplin dalam mendorong solusi inovatif berbasis bukti bagi pembangunan berkelanjutan.

Medan, Indonesia – 5 Februari 2026 — Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara berhasil menyelenggarakan The 4th International Conference on Natural Resources and Sustainable Development (ICNRSD) 2026 di Grandhika Hotel Medan, yang menghimpun akademisi, peneliti, dan praktisi dari 15 negara untuk membahas solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam dan penguatan ketahanan ekosistem. Mengusung tema “Sustainable Management of Natural Resources: Tackling Environmental Degradation and Strengthening Ecosystem Resilience,” konferensi ini menjadi forum global untuk bertukar pengetahuan, temuan riset, dan perspektif kebijakan dalam menjawab tantangan degradasi lingkungan, perubahan iklim, dan keberlanjutan sosial-ekonomi.

 

Peserta dari Australia, Rusia, Irak, Thailand, Inggris, Bahrain, Indonesia, Malaysia, Belanda, Italia, Yordania, India, Kanada, Jepang, dan Taiwan mengikuti konferensi ini secara luring dan daring, mencerminkan kuatnya keterlibatan internasional dan semangat kolaborasi global. Konferensi dibuka dengan sambutan dan pidato pembukaan dari Gubernur Provinsi Sumatera Utara, pimpinan universitas, serta panitia penyelenggara, yang menekankan urgensi kolaborasi lintas disiplin dan pendekatan terintegrasi dalam tata kelola sumber daya alam di tengah meningkatnya tekanan lingkungan dan risiko perubahan iklim global. Konferensi ini menghadirkan para pembicara kunci terkemuka dari berbagai institusi internasional yang menyampaikan beragam perspektif terkait keberlanjutan dan ketahanan ekosistem.

 

Prof. Akihisa Mori dari Kyoto University membahas tantangan tata kelola dalam industri nikel di Indonesia, dengan menekankan pentingnya transparansi, dekarbonisasi proses pertambangan, serta adaptasi terhadap perubahan teknologi untuk mewujudkan transisi energi yang berkeadilan. Dr. Brent Doberstein dari University of Waterloo menyoroti perlunya pergeseran dari rekonstruksi pascabencana yang bersifat reaktif menuju penguatan ketahanan ekosistem secara proaktif melalui solusi berbasis alam, kehutanan berkelanjutan, inovasi teknologi, perbaikan tata kelola lingkungan, serta integrasi pengetahuan lokal. Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Rosazlin Abdullah dari Universiti Malaya memaparkan inovasi pemanfaatan biochar dan konsorsium mikroba untuk mengatasi degradasi tanah dan meningkatkan ketahanan pangan, sedangkan Dr. Irdika Mansur dari IPB University menekankan rehabilitasi lahan dan reforestasi melalui riset ilmiah dan partisipasi masyarakat sebagai strategi efektif dalam memulihkan ekosistem terdegradasi dan mitigasi perubahan iklim.

 

Wawasan lanjutan disampaikan oleh Prof. Ningrum Natasya Sirait yang mengkaji legalitas “kartel hijau” dalam hukum persaingan usaha di Indonesia, serta menekankan perlunya kerangka regulasi yang jelas untuk menyeimbangkan kerja sama lingkungan dengan persaingan usaha yang sehat.

 

Selain itu, Mr. Mohan Rao, M.Arch memperkenalkan pendekatan keberlanjutan ekologi dalam desain berbasis lanskap yang mengintegrasikan tanah, air, dan keanekaragaman hayati untuk menciptakan habitat berkelanjutan, sementara Prof. Wen-Chi Huang dari National Pingtung University membahas revitalisasi pedesaan melalui ekowisata berbasis komunitas sebagai upaya menjawab tantangan demografi dan pemberdayaan masyarakat lokal.

 

Konferensi ini disusun dalam dua sesi panel utama yang dimoderatori oleh para profesor senior Universitas Sumatera Utara, dengan fokus pada ketahanan ekosistem, tata kelola sumber daya, kerangka hukum, serta strategi perencanaan berkelanjutan. Diskusi tersebut menegaskan pentingnya solusi holistik yang mengombinasikan inovasi ilmiah, reformasi kebijakan, pertimbangan ekonomi, dan pendekatan berbasis komunitas guna menjamin keberlanjutan lingkungan dan ketahanan sosial-ekonomi jangka panjang.

 

Selain sesi pleno dan panel, ICNRSD ke-4 Tahun 2026 juga menghadirkan 12 kelas paralel yang terdiri atas lima sesi luring dan tujuh sesi daring, dengan total 150 pemakalah yang mempresentasikan riset terkini mereka terkait keberlanjutan perkotaan, pengendalian pencemaran, transisi energi, strategi konservasi, dan pengembangan kebijakan berkelanjutan. Sesi paralel ini menciptakan suasana akademik yang dinamis serta mendorong dialog lintas disiplin, analisis perbandingan antarnegara, dan jejaring kolaboratif di antara peneliti dan praktisi.

 

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi ilmiah yang unggul, panitia penyelenggara mengumumkan penerima Best Presenter Awards kepada sejumlah peserta, yaitu

Muhammad Syahid Zidan (Indonesia), Sarmad Ahmad Qamar (Italia), Yong Chee Kong (Malaysia), Dionesius Aprian Nainggolan (Indonesia), Gulmok Simbolon (Indonesia), dan Julius Paolo Siregar (Indonesia). Karya-karya mereka diapresiasi atas orisinalitas, ketelitian metodologis, serta relevansinya terhadap isu-isu keberlanjutan kontemporer.

 

Secara keseluruhan, ICNRSD ke-4 Tahun 2026 menegaskan kembali pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan lingkungan yang kompleks dan mendorong pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Melalui pertukaran gagasan di antara para pakar global, konferensi ini berkontribusi dalam pengembangan kebijakan berbasis bukti, teknologi inovatif, serta strategi berbasis komunitas yang mendukung ketahanan ekosistem dan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama para peserta untuk memperkuat kemitraan riset dan dialog kebijakan di masa mendatang guna meningkatkan upaya global dalam melindungi sumber daya alam, mengurangi degradasi lingkungan, dan mewujudkan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi kini dan mendatang.

 

Untuk informasi lebih lanjut dan dokumentasi kegiatan The 4th ICNRSD 2026, silakan kunjungi unggahan resmi Instagram kami:

 

 

Berita