Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara (USU) merayakan Dies Natalis ke-40 dengan cara yang tidak biasa. Alih-alih melaksanakan upacara seremonial di kampus, tahun ini perayaan dilakukan langsung di kawasan Tangkahan Ecotourism, Kabupaten Langkat, pada Sabtu, 22 November 2025. Pendekatan ini dipilih sebagai simbol komitmen kuat Sekolah Pascasarjana dalam memperkuat agenda akademik yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan keberlanjutan.
Kegiatan Dies Natalis ini dirancang tidak hanya sebagai pertemuan tahunan, tetapi juga sebagai ruang refleksi bersama atas perjalanan empat dekade lembaga tersebut dalam membangun pendidikan pascasarjana yang unggul. Perayaan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kebersamaan, serta disertai rangkaian aktivitas akademik dan eksplorasi alam.
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan Sekolah Pascasarjana USU, termasuk Direktur Prof. T. Sabrina, Wakil Direktur I Prof. Ewanny Aritonang, Wakil Direktur II Prof. Hamidah Harahap, para ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Hadir pula Kaprodi S2–S3 Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) Prof. Rahmawaty serta Kaprodi S2 Magister Manajemen Penilaian Properti (MMPP) Prof. Elisabeth Siahaan, yang turut berperan dalam menghidupkan diskusi akademik selama kegiatan berlangsung.
Prof. Rahmawaty, sebagai salah satu narasumber utama, menekankan bahwa Tangkahan dipilih bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi sebagai lokasi pembelajaran lapangan yang strategis. Menurutnya, Tangkahan adalah contoh konkret keberhasilan kolaborasi antara masyarakat lokal, lembaga konservasi, dan pemerintah dalam menjaga ekosistem hutan hujan tropis Sumatera.
“Menggelar perayaan Dies Natalis di kawasan ini merupakan langkah simbolis dan nyata bahwa Sekolah Pascasarjana USU ingin terus berperan aktif dalam isu-isu lingkungan. Kehadiran kita di sini adalah bentuk penghargaan terhadap lingkungan sebagai laboratorium pembelajaran yang hidup,” ujar Prof. Rahmawaty dalam wawancaranya dengan Borneonews pada Minggu, 23 November 2025.
Ia menambahkan bahwa usia 40 tahun adalah momen penting untuk meninjau kembali pencapaian lembaga, sekaligus merumuskan strategi baru dalam menjawab tantangan masa depan. Menurutnya, ke depan Sekolah Pascasarjana perlu memperkuat riset terapan, mengembangkan kurikulum yang responsif terhadap isu global, serta meningkatkan peran USU dalam advokasi dan edukasi lingkungan.
“Ini bukan hanya perayaan ulang tahun lembaga, tetapi juga ajakan untuk semakin serius memperkuat kontribusi kita terhadap keberlanjutan. Dunia akademik memiliki tanggung jawab besar dalam merespons perubahan ekologis yang semakin kompleks,” tegasnya.
Selain sesi diskusi, kegiatan Dies Natalis juga diisi dengan agenda apresiasi, penguatan kebersamaan antarlembaga, dan kunjungan langsung ke area konservasi. Peserta diajak menelusuri jalur ekowisata, menyaksikan praktik pengelolaan kawasan hutan, hingga berinteraksi dengan komunitas konservasi yang selama ini menjaga Tangkahan sebagai destinasi ekowisata unggulan di Sumatera Utara.
Menurut panitia, konsep outdoor learning seperti ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi peserta, terutama dalam memahami isu lingkungan tidak hanya melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman empiris di lapangan. Model kegiatan ini juga memperkuat nilai kolaborasi lintas disiplin yang menjadi ciri khas Sekolah Pascasarjana USU.
Melalui perayaan Dies Natalis ke-40 ini, Sekolah Pascasarjana USU menyampaikan harapan besar untuk memperkuat kerja sama antarprogram studi dalam mendorong inovasi dan riset berkelanjutan. Prof. Rahmawaty menutup rangkaian acara dengan pesan bahwa momen ini harus menjadi titik awal bagi lahirnya gagasan-gagasan baru yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Semoga dari Tangkahan, lahir inspirasi baru untuk kemajuan universitas dan kontribusi yang lebih luas bagi bangsa. Lingkungan mengajarkan kita bahwa keberlanjutan hanya dapat tercapai melalui kerja bersama,” ujarnya.