Medan, 31 Oktober 2026 — Program Studi Magister Manajemen (MM), Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara (USU), terus memperkuat pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja melalui kegiatan Praktisi Mengajar pada Mata Kuliah “Perancangan Proses Bisnis”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Sekolah Pascasarjana USU ini menghadirkan Bapak Denaldy Mulino Mauna, Direktur Utama PT. Perkebunan Nusantara III (Persero), sebagai praktisi.

Kehadiran praktisi industri memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman nyata dalam pengelolaan organisasi. Melalui topik perancangan proses bisnis, pembelajaran diarahkan untuk memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai bagaimana proses bisnis dirancang, dikelola, dievaluasi, dan dikembangkan agar mampu mendukung efektivitas serta penciptaan nilai bagi organisasi.
Bagi Program Studi Magister Manajemen, keterlibatan praktisi bukan sekadar pelengkap proses pembelajaran, melainkan bagian dari strategi menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, partisipatif, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata. Interaksi antara mahasiswa dan praktisi juga membuka ruang diskusi mengenai tantangan pengelolaan proses bisnis yang dihadapi organisasi serta pentingnya kemampuan analitis dan pengambilan keputusan dalam lingkungan bisnis yang dinamis.

Kegiatan ini juga memperkuat komitmen USU terhadap pembelajaran yang berdampak. Dalam arah kebijakan kinerja USU 2026–2031, universitas menekankan bahwa program tidak hanya dinilai dari jumlah kegiatan, tetapi dari target, keluaran, dan dampak yang dihasilkan serta keterkaitannya dengan IKU dan IKP.
Secara khusus, kegiatan Praktisi Mengajar memiliki relevansi dengan IKU 5 tentang Kemitraan Strategis Berdampak dan IKU 11 tentang Pembelajaran Kolaboratif, Partisipatif, dan Kontribusi Sosial/Kemasyarakatan. Keterkaitan tersebut sejalan dengan praktik pelaksanaan kegiatan USU yang menempatkan kolaborasi dengan mitra dan pengalaman pembelajaran yang relevan sebagai bagian dari penguatan kinerja perguruan tinggi.
Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini berkontribusi terutama pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan pembelajaran dan pengembangan keterampilan yang relevan; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui penguatan kompetensi yang dibutuhkan untuk dunia kerja, produktivitas, inovasi, dan pengelolaan organisasi; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha. PBB menempatkan pengembangan keterampilan yang relevan untuk pekerjaan, pekerjaan layak, dan kewirausahaan sebagai bagian dari target SDG 4.4, sementara SDG 8 menekankan produktivitas, inovasi, dan penciptaan pekerjaan yang layak.
Ketua Program Studi Magister Manajemen, Prof. Dr. Ir. Meilita Tryana Sembiring, ST, MT, IPU, bersama Sekretaris Program Studi, Dr. Anggia Sari Lubis, SE., M.Si, CHRME, CBV., sangat mendukung penguatan pembelajaran berbasis praktik tersebut. Kehadiran unsur pimpinan akademik dan praktisi mencerminkan upaya Program Studi untuk membangun ekosistem pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan, pengalaman profesional, dan kebutuhan dunia kerja.
Ke depan, pengalaman Praktisi Mengajar ini dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk pembelajaran kolaboratif, antara lain studi kasus berbasis industri, guest lecture berkelanjutan, project-based learning, pengembangan case study, penelitian kolaboratif, serta penguatan jejaring kemitraan. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada satu sesi pembelajaran, tetapi dapat menghasilkan dampak akademik dan kelembagaan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Manajemen USU menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan manajemen yang adaptif, relevan, dan berdampak—menghubungkan teori dengan praktik, kampus dengan industri, serta pembelajaran dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan.