Medan — Mahasiswa Program Magister Manajemen Universitas Sumatera Utara (MM USU) Kelas Kerjasama PTPN melakukan kunjungan benchmark ke Sugarcane Research Institute (SRI) Vietnam di Ben Cat City, Provinsi Binh Duong, pada 21–24 Januari 2026. Kunjungan yang menjadi bagian dari mata kuliah Penerapan Strategi ini menghasilkan rangkaian rekomendasi strategis bagi PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), subholding gula PTPN Group yang tahun 2025 mencatat kerugian bersih Rp668,4 miliar akibat rendemen rendah dan tingginya jam berhenti giling.
SRI Vietnam dipilih sebagai mitra studi banding karena reputasinya sebagai lembaga penelitian tebu nasional yang telah beroperasi hampir 47 tahun dan menghasilkan lebih dari 51 varietas unggul yang kini mencakup lebih dari 80% areal tanam tebu nasional Vietnam. Empat kelompok kerja mahasiswa menyusun paparan dengan fokus stabilisasi pasokan, disiplin operasional melalui CILT (Cleaning, Inspection, Lubrication, Tightening), model monitoring agronomis dan skema bagi hasil petani, serta integrasi solusi dalam pemodelan keuangan.
Lebih dari sekadar solusi teknis, rekomendasi yang dihasilkan mahasiswa juga selaras dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs). Skema kemitraan Integrated Cane Partnership (ICP-SGN) dengan bagi hasil 70–75% bagi petani berkontribusi pada SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), sementara perbaikan rendemen dan stabilisasi pasokan tebu mendukung SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan nasional. Adopsi teknologi Control Tower, IoT, dan sistem dispatch digital turut menyokong SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), sedangkan efisiensi rantai pasok dan pengurangan losses produksi relevan dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab). Kolaborasi lintas negara antara akademisi USU, korporasi PTPN, dan lembaga riset SRI Vietnam juga menjadi cerminan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Kunjungan ini turut menegaskan capaian Visi Program MM USU untuk "menghasilkan manajer inovatif, berdaya saing global, dan memiliki dampak sosial". Pendekatan analitis berbasis kerangka strategis seperti PESTEL, RBV, SWOT, dan FMEA yang diterapkan mahasiswa pada kasus nyata SGN mencerminkan penerapan Misi program dalam membekali lulusan dengan karakter BINTANG dan kompetensi TALENTA — kemampuan menyelesaikan masalah aktual berlandaskan kajian ilmiah, moral, dan hati nurani. Fokus laporan pada kesejahteraan petani tebu rakyat serta kontribusinya bagi swasembada gula nasional juga selaras dengan misi menghasilkan penelitian dan pengabdian yang bermanfaat luas bagi perubahan kehidupan masyarakat.
Laporan hasil kunjungan disusun di bawah bimbingan sejumlah dosen pengampu, di antaranya Prof. Dr. Ir. Meilita Tryana Sembiring, Prof. Ir. Nazaruddin, Prof. Dr. Muryanto Amin, Ir. Ikhsan Siregar, dan Irwan Budiman. Para penyusun merekomendasikan agar PT SGN membentuk Project Management Office untuk mengintegrasikan rekomendasi keempat kelompok kerja, sekaligus mendorong formalisasi nota kesepahaman kerja sama riset dan pendidikan antara MM USU, PTPN Group, dan SRI Vietnam.