home icon
search icon
menu icon

> Berita > Peresmian Rumah Pupuk Kompos Membawa Harapan Baru bagi Pertanian Organik di Pantai Labu, Deli Serdang

Peresmian Rumah Pupuk Kompos Membawa Harapan Baru bagi Pertanian Organik di Pantai Labu, Deli Serdang

Dipublikasi Pada

12 Februari 2024

Dipublikasi Oleh

Mutia Sukma Dilla, S.S.I

Peresmian Rumah Pupuk Kompos Membawa Harapan Baru bagi  Pertanian Organik di Pantai Labu, Deli Serdang
Thumbnail Peresmian Rumah Pupuk Kompos Membawa Harapan Baru bagi Pertanian Organik di Pantai Labu, Deli Serdang

Peresmian Rumah Pupuk Kompos Membawa Harapan Baru bagi 
Pertanian Organik di Pantai Labu, Deli Serdang


Pantai Labu, 12 Februari 2024 - Hari ini, telah diresmikan Rumah Pupuk Kompos di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang sebagai hasil dari kerjasama berbagai pihak. Acara peresmian ini merupakan kolaborasi antara tokoh masyarakat, institusi pendidikan, dan organisasi pertanian yang bertujuan untuk memperkuat sektor pertanian organik di Sumatera Utara.

 

Acara tersebut dihadiri oleh 110 mahasiswa Fakultas Pertanian USU, 13 mahasiswa dan dosen dari UISU, 10 alumni dan dosen UISU, serta komunitas Remaja Mesjid Pecinta Alam. Selain itu, turut hadir juga 30 petani dan ibu-ibu rumah tangga dari Desa Pantai Labu yang memiliki potensi dalam mengembangkan pertanian organik.

 

Acara dimulai dengan sambutan yang informatif dari Prof. T. Sabrina Djunita, M.Agr.Sc., Ph.D., Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara dan Ketua HITI Komda Sumut. Beliau menyoroti isu penting mengenai konsentrasi karbon dalam atmosfer yang saat ini telah mencapai 400 ppm serta dampaknya terhadap lingkungan. Prof. Sabrina menghimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah agar mengurangi kontribusi karbon dengan cara mengolah sampah menjadi pupuk kompos, yang pada dasarnya adalah sumber nutrisi bagi tanah.

Selanjutnya, Ir. H. Soekirman dari Duta Organik Asia mengungkapkan keprihatinannya terhadap peringkat Sumatera Utara dalam Indeks Desa Membangun yang masih rendah. Dia menekankan pentingnya kebijakan, kelembagaan, dan kerjasama dalam mengangkat pertanian organik sebagai salah satu solusi untuk memperbaiki peringkat Sumatera Utara dalam indeks tersebut.

Bapak Musa Rajekshah, tokoh masyarakat yang berperan penting dalam kegiatan ini, memberikan motivasi kepada petani untuk terus semangat dalam bertani. Beliau juga berbagi pengalaman tentang upayanya dalam mengelola limbah pabrik sawit dan limbah kolam terbuka serta harapannya agar Rumah Kompos ini dapat mengubah Pantai Labu menjadi desa contoh pertanian organik yang berkelanjutan.

Workshop pengolahan pupuk organik oleh Dr. Ir. Erwin Nyak Akoeb, MP., sebagai ketua Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Sumut, memberikan pemahaman praktis tentang cara menghasilkan pupuk organik dari limbah pertanian. Proses ini melibatkan pencacahan limbah pertanian dan campuran dengan mikroorganisme pengurai untuk menghasilkan pupuk organik yang berkualitas.

 

Peresmian Rumah Kompos ditandai dengan aksi memasukkan limbah tanaman jagung ke mesin pencacah oleh Bapak Musa Rajekshah dan Prof. Ir. T. Sabrina Djunita, M.Agr.Sc., Ph.D. serta penyerahan simbolis pupuk organik kepada perwakilan petani Desa Pantai Labu.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama, makan siang, dan diskusi santai. Semoga keberadaan Rumah Pupuk Kompos ini menjadi titik awal yang signifikan dalam meningkatkan produktivitas pertanian organik di Sumatera Utara, serta memberikan inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengadopsi praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
 

Berita