Langkat, 20 Juli 2026 – Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Terbuka (UT), dan Universitas Andalas (UNAND) melaksanakan survei lapangan untuk mengidentifikasi titik koordinat aset publik sebagai bagian dari pengembangan pemetaan aset publik digital di Desa Simpang Kutabuluh, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kegiatan ini merupakan rangkaian Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) yang melibatkan 24 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) sebagai bentuk sinergi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.

Survei dilakukan melalui pengambilan titik koordinat (geotagging) berbagai aset publik strategis menggunakan perangkat Global Positioning System (GPS) dan teknologi pemetaan digital. Aset yang didata meliputi jalan desa, jembatan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, sarana air bersih, tempat ibadah, kawasan pertanian, kantor pemerintahan desa, serta berbagai fasilitas umum lainnya yang memiliki peran penting dalam pelayanan masyarakat.

Data Spasial yang diperoleh akan diintegrasikan ke dalam sistem informasi aset publik digital sebagai basis data yang akurat untuk mendukung perencanaan pembangunan desa, pengelolaan aset, mitigasi bencana, serta pengambilan keputusan berbasis data (evidence-based planning). Melalui pemetaan digital ini, pemerintah desa diharapkan mampu mengetahui kondisi, lokasi, tingkat kerentanan, serta prioritas penanganan setiap aset publik secara lebih efektif.

Tim pelaksana terdiri atas Prof. Dr. Elisabet Siahaan, S.E., M.Ec., Ketua Program Studi Magister Manajemen Properti dan Penilaian (MMPP), Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara sekaligus Direktur Pusat Unggulan Iptek (PUI) Smart Innovation Hub for Asset Management and System Intelligence Universitas Sumatera Utara; Dr. Lasma Melinda Siahaan, S.E., M.Si., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara serta peneliti pada PUI Smart Innovation Hub for Asset Management and System Intelligence; Yasir Riady, S.S., M.Hum. dari Universitas Terbuka; serta Prof. Ir. Taufika Ophiyandri, S.T., M.Sc., Ph.D. dari Universitas Andalas.

Menurut Prof. Dr. Elisabet Siahaan, pemetaan aset publik berbasis digital merupakan langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola aset desa yang modern, transparan, dan adaptif terhadap berbagai risiko. Dengan tersedianya data spasial yang akurat, pemerintah desa dapat merencanakan pembangunan secara lebih tepat sasaran, meningkatkan efisiensi pengelolaan aset, serta memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.

Dr. Lasma Melinda Siahaan menambahkan bahwa digitalisasi aset publik tidak hanya menghasilkan basis data yang komprehensif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel. Informasi mengenai lokasi, kondisi, fungsi, dan tingkat risiko setiap aset dapat menjadi dasar dalam penyusunan prioritas pembangunan, pemeliharaan, maupun perlindungan aset publik secara berkelanjutan.

Selama pelaksanaan survei, tim melakukan observasi langsung di lapangan bersama aparatur pemerintah desa untuk memverifikasi keberadaan aset sekaligus mendokumentasikan kondisi fisik setiap objek. Pendekatan partisipatif tersebut memungkinkan pemerintah desa terlibat aktif dalam proses inventarisasi sehingga data yang dihasilkan lebih akurat dan sesuai dengan kondisi aktual.

Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui perlindungan aset produktif yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat; SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui pemetaan infrastruktur pendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan; SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui identifikasi fasilitas kesehatan dan sarana air bersih; SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pendataan fasilitas pendidikan agar tetap terlayani dengan baik; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan aset publik yang berbasis teknologi dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Desa Simpang Kutabuluh memiliki basis data aset publik digital yang akurat sebagai fondasi menuju smart village, sekaligus memperkuat perencanaan pembangunan, pengurangan risiko bencana, dan pengelolaan aset publik yang lebih efektif. Kolaborasi antara USU, UT, dan UNAND menjadi bukti nyata kontribusi dunia akademik dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya pembangunan desa yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.