home icon
search icon
menu icon

> Berita > Profesor Dr. Ahmad Zaharin Aris Mengungkap Ancaman Tak Terlihat dan Polutan dalam Kuliah Kedua tentang Forensik Lingkungan

Profesor Dr. Ahmad Zaharin Aris Mengungkap Ancaman Tak Terlihat dan Polutan dalam Kuliah Kedua tentang Forensik Lingkungan

Dipublikasi Pada

14 November 2023

Dipublikasi Oleh

Threesna Sharfina

Profesor Dr. Ahmad Zaharin Aris Mengungkap Ancaman Tak Terlihat dan Polutan dalam Kuliah Kedua tentang Forensik Lingkungan
Thumbnail Profesor Dr. Ahmad Zaharin Aris Mengungkap Ancaman Tak Terlihat dan Polutan dalam Kuliah Kedua tentang Forensik Lingkungan
Kuliah umum kedua oleh Professor Dr. Ahmad Zaharin Aris, CEnv, MRSC, FAP M, FASc. tentang Forensik Lingkungan

Dalam kuliah kedua yang menarik dan penuh wawasan tentang forensik lingkungan yang diadakan pada 14 November 2023, Profesor Dr. Ahmad Zaharin Aris, CEnv, MRSC, FAPM, FASc., seorang akademisi terkemuka dengan berbagai penghargaan, menyoroti keberadaan mengkhawatirkan “Ancaman Tak Terlihat dalam Air: Profil Polutan Lingkungan.” Kuliah ini diselenggarakan dalam format hybrid, menggabungkan pertemuan langsung di Ruang Rapat No.1 Sekolah Pascasarjana USU, Medan, dengan audiens daring yang bergabung melalui Zoom Meeting.

 

Fokus utama kuliah ini adalah diskusi mendalam Prof. Aris mengenai artikel jurnal pentingnya, “Occurrence and Risk Assessment of Multiclass Endocrine Disrupting Compounds in an Urban Tropical River.” Artikel ini, yang dapat diakses lebih lanjut melalui tautan DOI-nya, mengungkap keberadaan campuran 14 senyawa pengganggu endokrin (EDCs) dalam sungai tropis perkotaan. Zat seperti kafein, bisfenol A, diklofenak, dan siprofloksasin ditemukan dalam konsentrasi tinggi, menimbulkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap lingkungan.

 

Diskusi ini juga mencakup hubungan antara sifat fisikokimia badan air dan distribusi EDCs dalam air sungai, menekankan perlunya kerangka kerja manajemen risiko dan pemantauan yang terstruktur untuk melindungi sumber daya air. Selain itu, Prof. Aris menyoroti kontaminasi polutan ini dalam ikan dan makanan laut, menggarisbawahi dampaknya terhadap kesehatan manusia.

Kuliah ini juga membahas keberadaan mengkhawatirkan “bahan kimia selamanya” seperti PFOA dan PFOS dalam air minum, yang memicu perenungan tentang potensi efek kesehatannya.

 

Lebih lanjut, Prof. Aris secara antusias mengangkat isu kontaminasi mikroplastik dalam rantai makanan, menyoroti dampak buruknya terhadap ekosistem dan kesehatan manusia. Ia mendorong pengurangan penggunaan plastik, menegaskan bahwa tindakan individu dalam mengurangi konsumsi plastik dapat memberikan dampak signifikan terhadap permintaan produksi plastik secara keseluruhan. Dengan mengajak audiens untuk meminimalkan penggunaan plastik, ia menekankan potensi dampak kolektif dalam mengurangi pencemaran lingkungan. Seruannya menggema di kalangan peserta, menyoroti kekuatan pilihan individu dalam mengatasi permasalahan lingkungan yang lebih besar.

 

Prof. Ir. T. Sabrina, M.Agr.Sc., Ph.D., Direktur Sekolah Pascasarjana USU, turut menegaskan urgensi topik yang disampaikan dalam kuliah ini, menggambarkannya sebagai sesuatu yang mengerikan. Ia menyoroti betapa berbahayanya polutan ini bagi tubuh manusia, serta mendesak perlunya tindakan proaktif untuk mengatasi tantangan lingkungan ini.

 

Wawasan mendalam dan seruan mendesak dalam kuliah ini meninggalkan kesan yang mendalam bagi para peserta, semakin menekankan pentingnya praktik berkelanjutan untuk melestarikan lingkungan dan melindungi kesehatan manusia. Kuliah terakhir dalam seri forensik lingkungan ini dijadwalkan berlangsung pada 21 November 2023, dengan Profesor Dr. Ahmad Zaharin Aris kembali memimpin sesi. Kunjungi tautan ini untuk bergabung dalam kuliah terakhir!

Berita