> Berita > Revitalisasi Sejarah: Diskusi Inovatif untuk Melestarikan Warisan Budaya Medan!
Revitalisasi Sejarah: Diskusi Inovatif untuk Melestarikan Warisan Budaya Medan!
Dipublikasi Pada
04 Oktober 2024
Dipublikasi Oleh
Threesna Sharfina
Thumbnail Revitalisasi Sejarah: Diskusi Inovatif untuk Melestarikan Warisan Budaya Medan!
Medan, 3 Oktober 2024 – Pada hari Kamis, 3 Oktober 2024, bertempat di Hotel Grand Inna, dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) yang mengusung tema "Konsep dan Strategi Regenerasi Kawasan Bersejarah di Medan yang Berorientasi kepada Masyarakat Lokal." Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Beranda Warisan Sumatera (BWS), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kota Medan.
FGD ini dihadiri oleh sejumlah peserta dan narasumber, termasuk Prof. Johannes Widodo dari National University of Singapore (NUS), yang memberikan pandangan dan pengalaman berharga terkait pengelolaan kawasan bersejarah.
Dalam kata sambutannya, Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Ir. T. Sabrina M.Agr.Sc., Ph.D, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk berkumpul dan berdiskusi. Ia mengapresiasi kehadiran semua pihak yang terlibat dalam acara ini dan menekankan pentingnya kontribusi peserta dalam merumuskan strategi pelestarian kawasan bersejarah di Kota Medan.
“Melalui diskusi ini, saya berharap kita dapat mengidentifikasi langkah-langkah konkret untuk regenerasi kawasan tersebut, dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat lokal yang ada di sekitarnya,” ujarnya.
Sementara itu, Isnen Fitri, ST., M.Eng., Ph.D, selaku sekretaris program S2 MMPP dan salah satu peneliti, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua peserta. Ia mengingatkan bahwa tujuan pertemuan ini adalah untuk membangun konsensus umum tentang konsep dan strategi pelestarian serta pengembangan Kawasan Lapangan Merdeka, yang merupakan bagian dari warisan budaya Kota Medan.
“Dalam upaya pelestarian ini, kita harus menghadapi berbagai tantangan dan isu yang ada. Oleh karena itu, diskusi ini sangat penting untuk mencapai kesepakatan tentang langkah strategis yang harus dilakukan,” tambah Isnen.
FGD ini menjadi wadah bagi peserta untuk bertukar ide, berbagi pandangan, dan merumuskan strategi yang bermanfaat bagi masyarakat serta melestarikan kawasan bersejarah Kota Medan.
Semoga melalui kegiatan ini, langkah-langkah pelestarian dan pengembangan kawasan bersejarah dapat terwujud dengan baik, demi menjaga warisan budaya bagi generasi mendatang.