Medan – Program Studi Doktor Perencanaan Wilayah bersama Program Studi Magister Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan di bawah naungan Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara (USU) sukses menyelenggarakan Kuliah Umum bertema "Peran Penting Pengendalian Pemanfaatan Ruang: Konsistensi Dokumen Rencana dan Realita". Bekerja sama dengan Kementerian ATR/BPN Republik Indonesia, acara ini telah berjalan lancar pada hari Rabu, 19 Agustus 2026, mulai pukul 08.30 hingga 11.30 WIB.

Kegiatan akademik ini dilangsungkan menggunakan format hybrid, memfasilitasi peserta untuk hadir secara langsung di Aula Magister Manajemen Sekolah Pascasarjana USU maupun secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kuliah umum ini turut dirangkaikan dengan Penandatanganan IA (Implementation Agreement) Kegiatan Kolaborasi antara Sekolah Pascasarjana USU dengan Ditjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang.

Pemaparan materi yang dimoderatori oleh Ibu Isnen Fitri, S.T., M.Eng., Ph.D. berjalan interaktif dengan menghadirkan dua narasumber utama, yaitu:

  • Bapak Aria Indra Purnama, S.T., MUM: Selaku Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang - Ditjen PPTR, beliau bertindak sebagai Pemateri 1 yang membawakan topik "Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Sumatera Utara". Beliau juga memaparkan mengenai implementasi insentif dan disinsentif di Indonesia, serta konsolidasi tanah dalam upaya optimalisasi lahan pertanian.
  • Dr. Ir. Munir Tanjung, MM: Sebagai Dosen Teknik Lingkungan sekaligus Mantan Sekretaris BAPPEDA Sumatera Utara, beliau menjadi Pemateri 2 dengan memaparkan topik "Penyusunan Pola Ruang Berdasarkan Kebijakan Pemerintah Pusat". Dalam sesinya, beliau menyoroti berbagai isu terkait pola pengendalian ruang di lapangan, termasuk tata batas yang tidak tegas, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai fungsi ruang, konflik penggunaan ruang, serta penegakan sanksi hukum yang belum maksimal.

Antusiasme peserta terlihat jelas, khususnya saat sesi tanya jawab berlangsung di mana audiens berkesempatan berdiskusi langsung dengan para narasumber. Seluruh rangkaian acara yang diinisiasi oleh kedua program studi perencanaan wilayah ini terselenggara tanpa kendala teknis yang berarti, dan diharapkan mampu memberikan wawasan praktis serta akademis mengenai pentingnya menjaga keselarasan antara dokumen perencanaan tata ruang dengan realisasi pembangunannya di lapangan.