home icon
search icon
menu icon

> Berita > IBIOSDG 2025 Ditutup dengan Field Study Trip di Langkawi: Delegasi PSL USU Perdalam Studi Ekowisata Berkelanjutan

IBIOSDG 2025 Ditutup dengan Field Study Trip di Langkawi: Delegasi PSL USU Perdalam Studi Ekowisata Berkelanjutan

Dipublikasi Pada

01 Desember 2025

Dipublikasi Oleh

Prof. Rahmawaty, S.Hut., M.Si., Ph.D.

IBIOSDG 2025 Ditutup dengan Field Study Trip di Langkawi: Delegasi PSL USU Perdalam Studi Ekowisata Berkelanjutan
Thumbnail IBIOSDG 2025 Ditutup dengan Field Study Trip di Langkawi: Delegasi PSL USU Perdalam Studi Ekowisata Berkelanjutan
Delegasi Program Studi S2 dan S3 Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSL) USU mengikuti Field Study Trip di Langkawi sebagai bagian penutup dari rangkaian 3rd IBIOSDG 2025. Studi lapangan ini menjadi jembatan antara teori dan praktik pengelolaan ekowisata berkelanjutan.

Penutupan 3rd International Conference on Biodiversity and Sustainable Development (IBIOSDG) 2025 dilaksanakan melalui kegiatan Field Study Trip di Langkawi pada Jumat, 28 November 2025. Studi lapangan ini menjadi sarana menghubungkan teori konferensi dengan praktik pengelolaan ekowisata berkelanjutan.

Delegasi dari Program Studi S2 dan S3 Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSL) USU, didampingi Prof. A. Rauf dan Prof. Rahmawaty, serta beberapa mahasiswa dan alumni, mengikuti kunjungan ini untuk mengamati implementasi langsung tema konferensi Eco-Tourism: Bridging Biodiversity and Inclusive Development.

Lokasi utama yang dikunjungi adalah Kilim Karst Geoforest Park, tempat delegasi mempelajari keanekaragaman hayati mangrove, formasi karst, serta strategi konservasi berbasis geo-ekowisata. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Pantai Cenang dan Dataran Helang, termasuk interaksi dengan pelaku usaha lokal sebagai bagian dari pembelajaran mengenai rantai nilai pariwisata.

Ketua Program Studi PSL USU, Prof. Rahmawaty, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberi mahasiswa pengalaman empiris yang sangat relevan dengan riset mereka. Sementara Prof. A. Rauf menambahkan bahwa observasi langsung di lapangan diharapkan dapat memperkuat kualitas penelitian serta mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.

Berita